Friday, March 27, 2026

Boom boom Tel Aviv




I found the lyrics for the song "Boom Boom Tel Aviv" by Lucas Gage (also credited to We Trust). It became a viral protest song on social media in June 2025, often used as a soundtrack to videos of missile attacks on Tel Aviv .

Here are the lyrics, which contain explicit political language and commentary on the Israeli-Palestinian conflict:

[Intro]
Boom boom boom
Boom boom boom
Boom boom Tel Aviv
This is what you get
For all your evil deeds
Boom boom boom
Boom boom Tel Aviv
You bought this upon yourself
Its your time to bleed

[Chorus]
Boom boom boom
Boom boom Tel Aviv
This is what you get
For all your evil deeds
Boom boom boom
Boom boom Tel Aviv
You bought this upon yourself
It's your time to bleed

[Verse]
You were mocking dead kids
But now you're getting hit
Iranian missiles have your entire skyline lit
And you cry victim
And say you didn't start this
But the whole world sees that your lies are retarded
Now you feel terror like the Palestinians
How does it feel to have bombs drop on your civilians?
You could have avoided all this if you wanted to
But humanity never expected good behaviour from you Jews

Thursday, March 26, 2026

Blog Dr. Faizal Risdianto: TUTORIAL GRAMMARLY FOR MS WORD

Blog Dr. Faizal Risdianto: TUTORIAL GRAMMARLY FOR MS WORD: Dear Students and Netizens for checking and correcting grammar and paraphrasing of theses and articles for online scientific journals Plea...

TUTORIAL GRAMMARLY FOR MS WORD



Dear Students and Netizens
untuk pengecekan dan perbaikan grammar dan parafrase skripsi dan artikel untuk jurnal ilmiah online
Silakan unduh add on gratis dari grammarly ke ms word di laptopmu : https://www.grammarly.com/office-addin
dan jika anda masih kesulitan mengunduh file grammarly add in di ms word silakan unduh di mediafire.com yang saya upload ini https://www.mediafire.com/file/lw8e3b8frynqhd0/GrammarlyAddInSetup_%25284%2529.exe/file


dan berikut ini video tutorial cara untuk mengunduh, menginstall dan menggunakan aplikasi keren ini: https://youtu.be/unMc-W-Mkvo

Blog Dr. Faizal Risdianto: TUTORIAL GRAMMARLY FOR MS WORD

Blog Dr. Faizal Risdianto: TUTORIAL GRAMMARLY FOR MS WORD: Dear Students and Netizens untuk pengecekan dan perbaikan grammar dan parafrase skripsi dan artikel untuk jurnal ilmiah online Silakan u...

TUTORIAL GRAMMARLY FOR MS WORD


Dear Students and Netizens
untuk pengecekan dan perbaikan grammar dan parafrase skripsi dan artikel untuk jurnal ilmiah online
Silakan unduh add on gratis dari grammarly ke ms word di laptopmu : https://www.grammarly.com/office-addin
dan jika anda masih kesulitan mengunduh file grammarly add in di ms word silakan unduh di mediafire.com yang saya upload ini https://www.mediafire.com/file/lw8e3b8frynqhd0/GrammarlyAddInSetup_%25284%2529.exe/file


dan berikut ini video tutorial cara untuk mengunduh, menginstall dan menggunakan aplikasi keren ini: https://youtu.be/unMc-W-Mkvo

Manusia, Fitrah, dan Ujian Kehidupan: Meniti Jalan Takwa di Tengah Godaan Dunia

 


Ustadz Dr. Joko Ali Wasono menjelaskan bahwa dalam diri manusia terdapat sifat-sifat kebaikan yang merupakan pantulan dari Asmaul Husna, meskipun hanya sebagai “percikan” kecil dari sifat Allah. Qs 32:9, Qs 15:29, Qs 38:71-72. Percikan ini menunjukkan bahwa manusia memiliki potensi luhur untuk mencerminkan nilai-nilai ketuhanan dalam skala terbatas. Kesadaran akan hal ini mendorong manusia untuk terus mengasah sifat-sifat mulia seperti sifat kasih sayang dan kebijaksanaan. QS Al-Hadid [57]: 4 menegaskan bahwa Allah bersama manusia di mana pun berada, sehingga setiap getaran kebaikan dalam diri sejatinya adalah pancaran dari kedekatan-Nya. Dengan memahami bahwa sifat-sifat ini adalah titipan ilahi, manusia tidak akan sombong, melainkan justru semakin bersyukur dan mendekatkan diri kepada-Nya. Manusia pada hakikatnya berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya, sehingga seluruh kehidupan adalah bukti keberadaan dan kekuasaan Allah. Allah juga tidak jauh, melainkan sangat dekat dengan manusia, bahkan selalu bersama di mana pun manusia berada. Kedekatan ini sebagaimana diabadikan dalam QS Qaf [50]: 16, bahwa Allah lebih dekat dari urat leher manusia sendiri, menegaskan bahwa tidak ada sekat yang memisahkan Sang Pencipta dengan hamba-Nya. Namun, kedekatan ini sering tidak disadari karena kurangnya kesadaran spiritual dalam diri manusia. 

Referensi ayat: QS Ar-Rum [30]: 30, QS Al-Hadid [57]: 4, QS Qaf [50]: 16.

Manusia diciptakan dengan fitrah yang suci, bersih, dan cenderung kepada kebaikan. Kesucian ini merupakan modal dasar yang memungkinkan manusia untuk mengenali Tuhan dan kebenaran, sebagaimana diisyaratkan dalam QS Al-A’raf [7]: 172 : “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengambil kesaksian dari anak cucu Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): ‘Bukankah Aku ini Tuhanmu?’ Mereka menjawab: ‘Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.’ (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan: ‘Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini.’”

Wednesday, March 25, 2026

Dalam diri manusia terdapat sifat-sifat kebaikan yang merupakan pantulan dari Asmaul Husna

 https://drive.google.com/file/d/16AhAMJYBlVnaSz5gdnPdO__6O6X_gjZv/view rekaman targhib Ustadz Joko


Ustadz Dr. Joko Ali Wasono  menjelaskan bahwa dalam diri manusia terdapat sifat-sifat kebaikan yang merupakan pantulan dari Asmaul Husna, meskipun hanya sebagai “percikan” kecil dari sifat Allah. Manusia pada hakikatnya berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya, sehingga seluruh kehidupan adalah bukti keberadaan dan kekuasaan Allah. Allah juga tidak jauh, melainkan sangat dekat dengan manusia, bahkan selalu bersama di mana pun manusia berada. Namun, kedekatan ini sering tidak disadari karena kurangnya kesadaran spiritual dalam diri manusia.

Manusia diciptakan dengan fitrah yang suci, bersih, dan cenderung kepada kebaikan. Akan tetapi, dalam kehidupan terdapat dua potensi yang ditanamkan dalam jiwa, yaitu jalan kebaikan (taqwa) dan keburukan (fujur). Kehidupan menjadi arena pilihan antara mengikuti hawa nafsu atau mengikuti petunjuk Allah. Ibadah seperti puasa di bulan Ramadan berfungsi untuk melatih manusia agar mampu mengendalikan hawa nafsu dan lebih memilih jalan takwa, sehingga mencapai tujuan hidup yang benar.

Namun, fitrah manusia sering tertutupi oleh berbagai “belenggu” seperti ego, keinginan duniawi, emosi, dan pengaruh lingkungan. Hal-hal ini dapat menghalangi cahaya fitrah sehingga manusia menjauh dari kebenaran. Oleh karena itu, diperlukan proses penyucian jiwa (tazkiyatun nafs) untuk membersihkan diri dari keterikatan selain kepada Allah. Konsep tauhid mengajarkan agar manusia melepaskan segala ketergantungan dan hanya bergantung sepenuhnya kepada Allah.