BREAKING News
Epstein files confirms, ISIS and Al-Qaeda are backed by Israel and US for Create regional instability in the Middle East to capture trillions worth oil and natural resources.Friday, March 13, 2026
Thursday, March 12, 2026
Blog Dr. Faizal Risdianto: Free eBOOK Understanding Pragmatics & Semantics
Free eBOOK Understanding Pragmatics & Semantics

link for Download:
https://drive.google.com/file/d/1SennozAbvg13HoSUUzKWCW2MeHMfYxSE/view
INTRODUCTION TO SEMANTICS

http://bit.ly/ebookSEMANTICS
CLICK HERE FOR FULL DOWNLOAD http://bit.ly/semanticsmania
INTRODUCTION TO SEMANTICS- a summary of Kreidler’s Introduction to semantics
Wednesday, March 11, 2026
Sisi Gelap ChatGPT: Waspadalah! Waspadalah!
Sebuah laporan riset di jurnal publisher Elsevier--Social Sciences & Humanity Open menyebutkan bahwa penggunaan ChatGPT untuk menulis atau brainstorming dalam enam bulan terakhir dapat berdampak pada kemampuan kreativitas seseorang. Dalam sebuah eksperimen terkontrol yang melibatkan 61 orang peserta dengan total 3.302 ide kreatif yang dianalisis selama 30 hari, para peneliti membagi peserta menjadi dua kelompok: satu kelompok menggunakan ChatGPT untuk tugas kreatif, sementara kelompok lain bekerja tanpa bantuan AI. Selama lima hari pertama, kelompok yang menggunakan ChatGPT menunjukkan hasil lebih baik dalam hampir semua aspek, seperti menghasilkan lebih banyak ide, skor kreativitas yang lebih tinggi, dan kualitas output yang dinilai lebih baik.
Namun, pada hari ke-7 ketika ChatGPT tidak lagi digunakan, peningkatan kreativitas tersebut langsung hilang dan kembali ke tingkat awal. Peneliti juga menemukan fenomena “homogenisasi”, yaitu ide-ide dari pengguna ChatGPT menjadi semakin mirip satu sama lain, baik dari segi isi, struktur, maupun cara penyampaian. Meskipun peningkatan kreativitas menghilang ketika AI dihentikan, pola keseragaman ide tersebut tetap bertahan hingga 30 hari kemudian, yang menunjukkan bahwa rentang kreativitas peserta menjadi lebih sempit.
Uji coba lain dengan 120 mahasiswa selama 45 hari juga menemukan hasil serupa: kelompok yang menggunakan ChatGPT memperoleh nilai 57,5%, sedangkan kelompok yang belajar secara tradisional memperoleh 68,5%. Peneliti menyimpulkan bahwa penggunaan AI dapat mengurangi usaha kognitif, sehingga proses pembentukan pemahaman dan bahan mentah untuk kreativitas menjadi lebih lemah.
Pak Fay New Blog: Blog Dr. Faizal Risdianto: Link SIAKAD atau LINK A...
Tuesday, March 10, 2026
Tragedi 14 Desember 2012 di Sandy Hook: Potret Kelam Kekerasan dan Krisis Mental di Amerika
Peristiwa ini bukanlah kasus tunggal. Amerika sebelumnya telah mengalami beberapa tragedi serupa, seperti penembakan sekolah Columbine di Littleton pada 1999 yang menewaskan 13 orang, tragedi Virginia Tech pada 2007 yang menewaskan 32 mahasiswa, serta penembakan di bioskop Colorado pada Juli 2012 saat pemutaran perdana film The Dark Knight Rises yang menewaskan 12 orang dan melukai puluhan lainnya. Rangkaian kejadian ini menunjukkan pola kekerasan bersenjata yang berulang di masyarakat Amerika.
Dari berbagai laporan media internasional, terdapat sejumlah faktor yang diduga memengaruhi tragedi tersebut. Secara pribadi, Adam Lanza dikenal sebagai sosok pendiam, tertutup, canggung secara sosial, dan cenderung mengisolasi diri. Beberapa sumber menyebut ia diduga memiliki gejala sindrom Asperger, yang sering membuat penderitanya mengalami kesulitan berinteraksi sosial. Ia juga dikenal menghabiskan banyak waktu sendirian di kamar, bermain game bertema pertempuran, dan jarang bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya.
Dari sisi keluarga, kehidupan Lanza juga diwarnai tekanan emosional. Ia hidup dalam keluarga kaya, namun mengalami perceraian orang tua pada 2008 yang diduga memperparah kondisi psikologisnya. Ibunya, Nancy Lanza, diketahui memiliki banyak senjata api di rumah dan bahkan mengajarkan anak-anaknya cara menembak sejak kecil. Senjata-senjata tersebut kemudian digunakan Adam dalam aksi tragisnya, termasuk ketika ia menembak ibunya sebelum melakukan serangan ke sekolah.
Secara lebih luas, sejumlah peneliti menilai bahwa tragedi semacam ini juga berkaitan dengan tingginya tingkat stres dan tekanan sosial di Amerika. Penelitian dari Carnegie Mellon University menunjukkan bahwa tingkat stres masyarakat Amerika meningkat hingga 10–30 persen dalam tiga dekade terakhir. Tekanan untuk mencapai kesuksesan, kompetisi sosial, serta perasaan terasing di tengah masyarakat modern sering kali membuat sebagian individu mengalami depresi, frustrasi, dan kehilangan makna hidup.
Para ahli juga menilai fenomena ini mencerminkan krisis sosial dan psikologis dalam masyarakat modern, di mana keberhasilan sering diukur dari pencapaian materi dan status ekonomi. Ketika harapan besar tersebut tidak terpenuhi, sebagian orang dapat mengalami tekanan mental yang berat. Dalam kondisi ekstrem, tekanan tersebut bisa berubah menjadi kemarahan, keputusasaan, dan tindakan kekerasan yang sulit diterima oleh akal sehat maupun nilai kemanusiaan.
Tragedi Sandy Hook akhirnya menjadi pengingat bagi dunia bahwa kemajuan ekonomi dan teknologi tidak selalu menjamin kesehatan mental masyarakat. Kasus ini juga memicu perdebatan luas di Amerika tentang kontrol senjata, kesehatan mental, serta pentingnya dukungan sosial dan spiritual dalam kehidupan manusia.



.webp)
.webp)