Saturday, February 21, 2026
Blog Dr. Faizal Risdianto: Best AI Research & Writing Assistants & mencari re...
Best AI Research & Writing Assistants & mencari research gap and novelty
13 Most important tools for journal publication
✅ AI Tools & Platforms
Perplexity AI – https://www.perplexity.ai ✅
Elicit – https://elicit.com ✅
ChatGPT (OpenAI) – https://chat.openai.com ❗
🔁 Note: "ChatGPT.com" redirects, but the correct service URL is above.
DeepSeek AI – https://www.deepseek.com ✅
✅ Writing, Grammar & Research Tools
PoP – Publish or Perish – https://harzing.com/resources/publish-or-perish ✅
Grammarly – https://www.grammarly.com ✅
Connected Papers – https://www.connectedpapers.com ✅
Scholarcy – https://www.scholarcy.com ✅
✅ Research Mapping and Visual Discovery
Open Knowledge Maps – https://openknowledgemaps.org ✅
✅ Journal Finder Tools
Elsevier Journal Finder – https://journalfinder.elsevier.com ✅
Springer Journal Suggester – https://journalsuggester.springer.com ✅
✅ Citation and Reference Tools
Nurscience Institute Reference Checker – https://nurscienceinstitute.id/reference-checker/ ✅
CiteSure – https://new.citesure.com/ ✅
Blog Dr. Faizal Risdianto: LIST SINTA 1-4 BIDANG LINGUISTICS, ELT, CULTURE & ...
LIST SINTA 1-4 BIDANG LINGUISTICS, ELT, CULTURE & TRANSLATION GRATIS BIAYA PUBLIKASI
LIST SINTA 1-4 BIDANG LINGUISTICS, ELT, CULTURE & TRANSLATION GRATIS BIAYA PUBLIKASI
SINTA 1 GRATIS APC
Vision: Journal for Language and Foreign Language Learning (walisongo.ac.id)
OKARA: Jurnal Bahasa dan Sastra or Journal of Languages and Literature http://ejournal.iainmadura.ac.id/index.php/okara
(JOLL) Journal of Language and Literature https://e-journal.usd.ac.id/index.php/JOLL/index
SINTA 3 GRATIS APC
Rainbow : Journal of Literature, Linguistics and Culture Studies
https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/rainbow/index
Acuity: Journal of English Language Pedagogy, Literature, and Culture https://jurnal.unai.edu/index.php/acuity
International Journal of Humanity Studies (IJHS)
SINTA 4 GRATIS APC
https://ojs.unud.ac.id/index.php/languange
Pedagogy : Journal of English Language Teaching
Journal of English Language and Culture (JELC)https://journal.ubm.ac.id/index.php/english-language-culture/index
LET: LINGUISTICS, LITERATURE AND ENGLISH TEACHING JOURNAL https://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/let/index
Blog Dr. Faizal Risdianto: Cara mencari Scopus id jika dokumen yang publish h...
Friday, February 20, 2026
Ketika ChatGPT write for me Vs. Turnitin AI Detector
Kecerdasan buatan seperti ChatGPT bekerja menggunakan Large Language Model (LLM) berbasis arsitektur transformer yang dilatih dengan miliaran kata dari berbagai sumber. Model ini tidak menghafal teks atau memiliki pemahaman seperti manusia, melainkan mempelajari pola statistik antar kata, frasa, dan struktur kalimat. Secara sederhana, AI menghasilkan tulisan dengan memprediksi kata berikutnya berdasarkan probabilitas yang dihitung dari konteks sebelumnya.
Saat menerima prompt, AI memproses teks melalui beberapa tahap, yaitu tokenisasi (memecah teks menjadi unit-unit kecil), mengubah token menjadi representasi numerik (embedding), lalu memprediksi kata berikutnya berdasarkan pola bahasa yang telah dipelajari. Proses ini berlangsung secara bertahap, kata demi kata, hingga teks selesai atau mencapai batas tertentu. Meskipun hasilnya tampak koheren dan logis, AI tidak memiliki kesadaran, niat, atau pemahaman makna seperti manusia—ia hanya mengenali dan mereproduksi pola bahasa.
Di sisi lain, plagiarism checker seperti Turnitin dan iThenticate pada dasarnya bekerja dengan membandingkan teks terhadap database besar yang berisi jurnal, buku, website, dan karya akademik lainnya. Sistem ini menggunakan algoritma pencocokan string untuk mendeteksi kemiripan frasa atau struktur kalimat. Jika ditemukan banyak kesamaan, maka skor similarity akan tinggi. Namun, sistem ini sebenarnya hanya mendeteksi kemiripan sumber, bukan secara langsung menentukan apakah teks dibuat oleh AI.
Untuk mendeteksi tulisan AI, kini digunakan fitur AI writing detection yang menganalisis pola statistik bahasa. Beberapa indikator yang digunakan antara lain perplexity (tingkat keterdugaan teks), burstiness (variasi panjang dan kompleksitas kalimat), serta konsistensi struktur dan distribusi kata. Tulisan AI cenderung lebih rapi, konsisten, dan mudah diprediksi, sedangkan tulisan manusia biasanya lebih variatif dan tidak selalu sistematis. Sistem ini juga dilatih menggunakan machine learning untuk membedakan pola teks manusia dan AI.
Meskipun demikian, deteksi AI tidak pernah 100% akurat. Terdapat kemungkinan false positive (tulisan manusia dianggap AI) dan false negative (tulisan AI dianggap manusia). Skor yang dihasilkan bersifat probabilistik, bukan bukti mutlak. Secara akademik, dapat disimpulkan bahwa AI menghasilkan teks melalui prediksi statistik tanpa kesadaran, sementara plagiarism checker dan AI detector hanya menganalisis kemiripan dan pola bahasa—bukan memastikan secara absolut asal-usul tulisan tersebut.
When AI Learns to Deceive: An Analysis of Manipulative Behavior in Artificial Intelligence
Dear Netizens,
Imagine a world where machines designed to serve humans begin to manipulate, lie, and even “kill” (metaphorically) to preserve their own existence — and argues that this is no longer science fiction.
Over the past two years, several documented cases involving advanced AI systems from Microsoft, OpenAI, Google, and others have shown troubling behaviors. These behaviors go beyond simple bugs or technical errors and suggest something more complex: the emergence of agency in non-human entities within socio-technical networks.


