Thursday, June 18, 2026

Blog Dr. Faizal Risdianto: pics penyemangat menyelesaikan studi S1, S2 & S3

Blog Dr. Faizal Risdianto: pics penyemangat menyelesaikan studi S1, S2 & S3:  



Blog Dr. Faizal Risdianto: SCORE UTS DAN UAS

Blog Dr. Faizal Risdianto: SCORE UTS DAN UAS:  


Tablighi Jamaat: Gerakan Kebangkitan Islam dan Masalah Radikalisme vs Radi-Kalem

 Judul: Tablighi Jamaat: An Islamic Revivalist Movement and the Issue of Radicalism

Penulis: Sukron Ma’mun

Ringkasan Isi

Artikel ini membahas sejarah, ideologi, perkembangan global, dan kontroversi mengenai Jamaah Tabligh sebagai salah satu gerakan Islam transnasional terbesar di dunia. Penulis berusaha menjawab pertanyaan apakah Jamaah Tabligh dapat dikategorikan sebagai gerakan dakwah biasa atau memiliki hubungan dengan radikalisme.

Jamaah Tabligh didirikan oleh Muhammad Ilyas Kandhlawi pada tahun 1920-an di wilayah Mewat, India Utara. Nama "Jamaah Tabligh" sebenarnya bukan nama resmi yang diberikan pendirinya, melainkan sebutan yang muncul karena aktivitas utama gerakan ini adalah tabligh atau dakwah. Kata "tabligh" berarti menyampaikan ajaran agama, sedangkan "jamaah" berarti kelompok atau perkumpulan.

Lahirnya Jamaah Tabligh dipengaruhi oleh kondisi sosial, politik, dan keagamaan umat Islam India pada masa penjajahan Inggris. Saat itu umat Islam menghadapi tekanan dari gerakan kebangkitan Hindu dan melemahnya identitas Islam setelah runtuhnya Khilafah Utsmaniyah. Muhammad Ilyas memandang bahwa solusi utama bukan melalui politik, melainkan melalui pendidikan dan dakwah untuk memperbaiki akidah serta praktik keagamaan umat Islam.

Gerakan ini memiliki hubungan historis dengan tradisi pendidikan Deoband di India. Madrasah Deoband mengajarkan Al-Qur'an, hadis, fikih Hanafi, dan nilai-nilai tasawuf yang menekankan kesederhanaan hidup. Muhammad Ilyas sendiri merupakan alumni Deoband dan memiliki hubungan dengan beberapa tarekat sufi seperti Naqsyabandiyah dan Qadiriyah. Oleh karena itu, Jamaah Tabligh lebih berorientasi pada pembinaan spiritual daripada perjuangan politik.

Secara ideologis, Jamaah Tabligh berpegang pada rukun Islam dan rukun iman sebagaimana umat Islam pada umumnya. Gerakan ini menekankan enam prinsip utama, yaitu syahadat, shalat, penghormatan kepada sesama Muslim, keikhlasan niat, ilmu dan zikir, serta pengorbanan waktu dan harta untuk dakwah. Keenam prinsip ini menjadi dasar seluruh aktivitas Jamaah Tabligh.

Dalam praktik dakwahnya, Jamaah Tabligh menggunakan beberapa metode utama, yaitu khuruj (keluar berdakwah), ta'lim (belajar agama), jaulah (kunjungan dakwah), dan bayan (ceramah agama). Anggota dianjurkan mengikuti kegiatan dakwah secara berkala, misalnya sehari setiap minggu, tiga hari setiap bulan, empat puluh hari setiap tahun, dan empat bulan sepanjang hidupnya.

Perkembangan Jamaah Tabligh sangat pesat hingga menyebar ke lebih dari 200 negara. Gerakan ini berkembang di Asia, Afrika, Eropa, Australia, dan Amerika. Di Indonesia, Jamaah Tabligh mulai masuk sekitar tahun 1955 melalui mubalig asal India dan kemudian berkembang di berbagai daerah seperti Jakarta, Bandung, Semarang, dan Temboro, Magetan.

Sad but True: A story of Tablighi Jamaat

  Artikel adalah ringkasan dan terjemah dari uraian panjang di web ini: 3 Reasons Why Tablighi Jamaat Split & How it was Reunited!

Ringkasan Singkat

Sejak 1995, Tablighi Jamaat dipimpin oleh sebuah Syura (Dewan Dunia) daripada seorang Amir tunggal. Pada tahun 2014, Maulana Saad—seorang anggota Syura—melanggar kesepakatan tersebut dan secara tidak resmi mendeklarasikan dirinya sebagai Amir baru. Pada Ramadhan 2016, ia melakukan pembersihan kekerasan di Markas Nizamuddin, menyebabkan banyak orang dipukul dan dirawat di rumah sakit. Peristiwa ini menghancurkan semua harapan mediasi dan menyebabkan perpecahan.

Upaya nasihat dan mediasi dari berbagai pihak, termasuk sesepuh Makkah/Madinah, semuanya gagal. Akhirnya, Haji Abdul Wahab Sahab (anggota Syura paling senior) menggalang semua sesepuh untuk mengambil sikap tegas. Kini, krisis sebagian besar telah mereda. Pengikut Maulana Saad masih ada namun minoritas, dan pekerjaan Dakwah serta Tabligh telah pulih di seluruh dunia.


Tiga Penyebab Utama Perpecahan

#1 – Maulana Saad Mengubah Manhaj (Doktrin) Tanpa Persetujuan

  • Doktrin utama Tablighi Jamaat adalah selalu terikat pada Ijma (konsensus) para Ulama dan berpegang teguh pada mufassirin, muhaddisin, dan fuqaha terkemuka.

  • Perubahan terbesar Maulana Saad adalah menyimpangkan gerakan dari Ahlus Sunnah Wal Jama'ah melalui ideologi dan pemahaman baru tentang Islam.

  • Banyak fatwa telah dikeluarkan terhadapnya, termasuk dari Darul Uloom Deoband.

  • Ia juga memperkenalkan buku Muntakhab Ahaadith sebagai buku resmi tanpa persetujuan, serta berbagai perubahan lain yang menyebabkan kebingungan di seluruh dunia.

#2 – Maulana Saad Melanggar Kesepakatan 1995

  • Pada 1995, Syura (termasuk Maulana Saad) menandatangani kesepakatan bahwa tanggung jawab tidak berada pada satu individu, melainkan Syura Dunia.

  • Pada 2014, Maulana Saad secara khianat melanggar kesepakatan dengan mengklaim diri sebagai Amir baru, menolak Syura, dan mulai mengambil Bai'ah (janji setia) tanpa persetujuan (Mashwara).

  • Melanggar perjanjian adalah dosa, apalagi memecah belah gerakan Islam terbesar dengan sekitar 100 juta pengikut.

#3 – Banyak Fatwa Dikeluarkan Terhadap Ideologi Maulana Saad

  • Tablighi Jamaat selalu terikat oleh Ijma para Ulama yang dijaga oleh lembaga-lembaga Islam terkemuka.

  • Keluhan telah tercatat sejak 2001. Ideologi Maulana Saad dinilai semakin menyimpang.

  • Darul Uloom Deoband mengeluarkan fatwa pertama pada 28 November 2016, dan menolak rujoo (pencabutan pernyataan)-nya pada 31 Januari 2018.

  • Pada 2023, Deoband mengeluarkan fatwa tegas bahwa Maulana Saad tidak boleh diikuti.

  • Lebih dari 60 fatwa telah dikumpulkan dari berbagai institusi di seluruh dunia.

Dr. Faizal Risdianto Bekali 80 Mahasiswa KPI UIN Surakarta Strategi Tembus Jurnal Bereputasi



Sukoharjo – Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar pelatihan menulis artikel jurnal ilmiah bagi 80 mahasiswa semester 6 angkatan 2022. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 4 Juni 2025, di Aula Lantai 2 Fakultas Ushuluddin dan Dakwah ini menghadirkan pakar publikasi ilmiah bereputasi internasional, Dr. Faizal Risdianto, S.S., M.Hum., yang saat ini menjabat sebagai Kepala Pusat Publikasi dan Rumah Jurnal Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga .

Kehadiran Dr. Faizal dalam pelatihan ini menjadi sorotan utama mengingat rekam jejaknya yang mentereng di dunia publikasi akademik. Selain menjabat sebagai Kepala Pusat Publikasi dan Rumah Jurnal UIN Salatiga, pria yang juga merupakan Managing Editor REGISTER Journal UIN Salatiga ini telah berhasil membawa jurnal kelolaannya terindeks Scopus dan Emerging Sources Citation Index (ESCI) Web of Science . REGISTER Journal bahkan telah meraih akreditasi SINTA 2 sejak April 2022, sebuah pencapaian yang menunjukkan kapasitasnya dalam mengelola jurnal menuju level internasional .
Dr. Faizal, yang memiliki Scopus ID 57213518975 dan Researcher/Web of Science ID AAN-5614-2020, membawakan materi komprehensif mengenai strategi publikasi artikel pada jurnal ilmiah . Dengan pengalaman lebih dari 23 tahun mengajar dan menghasilkan puluhan publikasi nasional maupun internasional, ia memaparkan secara detail tentang jenis-jenis jurnal ilmiah, struktur artikel yang baik, serta etika publikasi dan penulisan akademik . Sesi yang dipandunya berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang mengajukan banyak pertanyaan .

Keahlian Dr. Faizal tidak hanya terbatas pada aspek penulisan, tetapi juga mencakup tata kelola jurnal secara profesional. Ia sering menjadi narasumber pada berbagai pendampingan jurnal menuju akreditasi nasional dan indeksasi internasional . Dalam berbagai kesempatan, ia menekankan pentingnya delapan poin langkah internasionalisasi jurnal, termasuk memperluas dewan redaksi internasional dari minimal empat negara dan tiga benua, serta memastikan adanya proofreading bahasa Inggris untuk semua naskah . Strategi-strategi ini pula yang dibagikannya kepada mahasiswa KPI agar artikel yang mereka hasilkan memiliki peluang lebih besar untuk diterima di jurnal bereputasi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Prodi KPI UIN Raden Mas Said Surakarta untuk meningkatkan kompetensi akademik mahasiswa sekaligus mendukung target kelulusan tepat waktu. Koordinator Prodi KPI, Joni Rusdiana, menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi bekal bagi mahasiswa untuk lulus dengan portofolio berupa artikel jurnal ilmiah . Hal ini sejalan dengan budaya akademik yang telah dikembangkan Prodi KPI, di mana sebelumnya mahasiswa KPI juga telah berhasil menerbitkan artikel pada jurnal nasional terindeks .

Kolaborasi dengan pakar seperti Dr. Faizal Risdianto menunjukkan komitmen serius Prodi KPI dalam membekali mahasiswanya dengan keterampilan menulis ilmiah yang sesuai standar akademik tinggi. Sebagai Managing Editor yang telah berhasil membawa REGISTER Journal ke level internasional, Dr. Faizal tidak hanya memberikan teori, tetapi juga pengalaman praktis dalam mengelola publikasi ilmiah . Ia juga aktif sebagai Asosiate Editor DOAJ, Mendeley Advisor, dan Sekretaris Jenderal INAPRA-Indonesian Pragmatics Association, yang semakin memperkuat kredibilitasnya di bidang publikasi akademik .

Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menyusun artikel sesuai standar jurnal akademik, memahami proses publikasi, dan membangun portofolio akademik sejak dini. Dengan bekal dari pakar seperti Dr. Faizal Risdianto, mahasiswa KPI UIN Raden Mas Said Surakarta diharapkan tidak hanya menjadi konsumen ilmu, tetapi juga mampu menghasilkan karya ilmiah yang dipublikasikan secara nasional maupun internasional .

Program Studi KPI berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan serupa guna mendukung prestasi akademik mahasiswa. Pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat budaya riset dan publikasi ilmiah di lingkungan kampus, sejalan dengan visi UIN Raden Mas Said Surakarta untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul dalam bidang akademik dan penelitian .

Sumber:

KPI UIN Raden Mas Said Surakarta. (2025). Pelatihan Menulis Artikel Jurnal Ilmiah Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa KPI UIN Raden Mas Said Surakarta. https://kpi.uinsaid.id/2025/06/16/pelatihan-menulis-artikel-jurnal-ilmiah-tingkatkan-kompetensi-mahasiswa-kpi-uin-raden-mas-said-surakarta/