Saturday, October 10, 2026

Friday, October 9, 2026

Lawan Krisis Etika Digital Remaja, Akademisi Gagas Pembelajaran Bahasa Berbasis Nilai Moral

SALATIGA (Saiaaayya akan lawanddddd :)-Perkembangan media sosial yang masif di kalangan pemuda membawa dampak serius terhadap pelanggaran etika digital, penyebaran hoaks, hingga perundungan siber (cyberbullying). Menanggapi krisis tersebut, 2026 Annual International Interdiciplinary Conference and Research Expo (AIICARE) UIN Salatiga menghadirkan kolaborasi pemikiran multidisiplin yang menyoroti akar masalah sekaligus solusi pedagogis konkret di ruang kelas.

Temuan riset internasional yang dipaparkan oleh Farhana Zaman, Ph.D dan Ashek Mahmud, Ph.D (Jagannath University, Dhaka, Bangladesh) mengungkap bahwa 52% pemuda menilai pendidikan etika digital di sekolah masih sangat kurang terstruktur, sementara 48% lainnya menyoroti ketiadaan kebijakan etika digital yang formal. Hal itu mengakibatkan tingginya Composite Challenge Index (47%) dalam penerapan standar etika di media sosial.




Menjawab kesenjangan tersebut, riset terbaru dari Dr. Faizal Risdianto (UIN Salatiga) bersama Nadira Syifa Azzahro dalam Journal of Linguistics, Culture and Communication menawarkan solusi strategis melalui penguatan peran pendidik. Dalam studi terhadap 82 praktisi pendidikan bahasa Inggris (English Language Teaching/ELT) di Indonesia tersebut dipaparkan bahwa pengajaran bahasa tidak boleh dilepaskan dari pembentukan karakter dan etika moral (value integration). “Pengajaran bahasa merupakan media strategis untuk membina kewarganegaraan digital (digital citizenship) yang beretika,” ujar Dr. Faizal Risdianto.

Dalam risetnya, Faizal Risdianto mengungkapkan pendekatan “Dual Mandate” yang adaptif terhadap keberagaman lembaga pendidikan di Indonesia yaitu: pendekatan eksplisit (faith-driven approach) dan pendekatan implisit (universal approach). Inovasi pedagogis tersebut menjadi jawaban atas minimnya pengajaran etika terstruktur yang dikeluhkan oleh mayoritas remaja dalam riset media sosial. Integrasi nilai moral baik secara eksplisit maupun universal akan menjadi benteng etika yang kuat bagi remaja saat berinteraksi di dunia digital. (nhl-UIN Salatiga)

Risdianto, Faizal, Scopus ID: 57213518975

Risdianto, Faizal
Universitas Islam Negeri Salatiga
 Salatiga, Indonesia
Scopus ID: 57213518975
0000-0002-0422-9166
Open connect to ORCID modal

Article • Open access

Discovering the Communicative Functions of Cybertextual Contexts in Digital Media Environments: A Sociosemiotic Multimodal Perspective
Rahardi, R. Kunjana, Risdianto, Faizal, Purnomo, Budi, ... Rianita, Dian, Jumanto, JumantoStudies in English Language and EducationOpen source preview, 2026, 13(2), pp. 1051–1068
Show abstract
Full text

0
Citations
Article • Open access

Breaking through the Ivory Tower of High-Indexed Journals: Insights from EFL Academics in Private Universities, East Java, Indonesia
Ahmad Tajuddin, Azza Jauhar, Fadhilawati, Dian, Risdianto, Faizal, ... Supriyono, , Saifudin, AhmadDirasat: Human and Social SciencesOpen source preview, 2026, 53(3), 8603
Show abstract
Full text

0
Citations
Article

How Spatial and Temporal References Construct Cultural Identity and Ecological Awareness: The Case of Little Forest Movie
Hamidah, Idah, Lusiana, Y., Sunarni, Nani, Risdianto, FaizalInternational Journal of Society, Culture and LanguageOpen source preview, 2025, 13(2), pp. 157–168
Show abstract
Full text

0
Citations
Don’t miss out on new publications by this author!Set document alertSet document alert
Article

Appraisal and Ideology Realization in Indonesia State Capital Relocation News Texts
Risdianto, Faizal, Sumarlam, Sumarlam, Djatmika, , Wiratno, TriInternational Journal of Society, Culture and LanguageOpen source preview, 2024, 12(2), pp. 74–88
Show abstract
Full text

1
Citations
Article • Open access

Unlocking Potential: A Closer Look at Research Engagement and Productivity Among EFL Academics in East Java, Indonesia
Fadhilawati, Dian, Ahmad Tajuddin, Azza Jauhar, Romly, Raihana, ... Risdianto, Faizal, Saifudin, AhmadArab World English JournalOpen source preview, 2024, 15(3), pp. 255–269
Show abstract
Full text

1
Citations
Article

Women’s language features: Identifying language and gender in a talk show from a sociolinguistics the perspective
Purba, Ridwin, Fatmawati, Endang, Herman, Herman, ... Fatmahwati, A., Saputra, NandaResearch Journal in Advanced HumanitiesOpen source preview, 2023, 4(4), pp. 33–44
Show abstract
Full text

3
Citations
Article

Intercultural Linguistic Borders, Stereotypes and Representations in Americanah by Chimamanda Adichie Ngozie Adichie: A Sociolinguistics perspective
Sutrisno, D., Rafiek, Muhammad, Rintaningrum, Ratna, ... Saputra, Nanda, Herman, HermanISVS e-journalOpen source preview, 2023, 10(11), pp. 421–436
Show abstract
Full text

12
Citations
Article • Open access

“The Sum of All Fears” from Novel to Film: Shifting the Discourse of Terrorism
Rahayu, Mundi, Sahiruddin, , Risdianto, Faizal, ... Rabiah, S., Taufiqurrochman, R.World Journal of English LanguageOpen source preview, 2023, 13(7), pp. 186–193
Show abstract
Full text

1
Citations
Article • Open access

Sociolinguistic analysis of language and gender identity in talk shows
Purba, Ridwin, Fatmawati, Endang, Herman, Herman, ... Fatmahwati, A., Saputra, NandaResearch Journal in Advanced HumanitiesOpen source preview, 2023, 4(1), pp. 33–43
Show abstract
Full text

12
Citations
Conference Paper • Open access

Video as Educational Multimedia to Teach English Speaking
Fajar Masyitoh, Novia, Malihah, Noor, Risdianto, Faizal, Guritno, AgungJournal of Physics: Conference SeriesOpen source preview, 2019, 1339(1), 012118
Show abstract
Full text

3
Citations

PAK FAIZAL'S INTRODUCTION TO LINGUISTICS UTS ASSIGNMENT

 


PAK FAIZAL'S INTRODUCTION TO LINGUISTICS UTS ASSIGNMENT

Dear Students,

This is your UTS assignment for this semester.
1. Prepare a PPT of 5-7 slides and create a short video recording showing your PPT and on-camera display describing one of your favorite analyses of INTRODUCTION OF LINGUISTICS. you may choose and describe any linguistics phenomenon in any language (English, Arabic, Indonesian, Bahasa Jawa, Bahasa Sunda, etc.). The theories can be phonetics, morphology, syntax, semantics, or pragmatics. 
2. The minimum time recording is 5-7 minutes, and it can be more than that, like this video: https://youtu.be/H_jM-Wy5bxc: I AM HUNGRY & NGEBUT BENJUT PRAGMATICS ANALYSIS
3. The deadline of video submission is Saturday, , 11.59 PM, October 24th, 2026
4. This is the link URL for UTS assignment submission: https://forms.gle/NWUoxYyXhXpZBVqK7

Thursday, October 8, 2026

Kebenaran pada dasarnya bersifat lurus, jelas, dan tidak membutuhkan banyak rekayasa

 


Dalam perspektif Islam, kebenaran pada dasarnya bersifat lurus, jelas, dan tidak membutuhkan banyak rekayasa, sedangkan kebohongan cenderung menjadi rumit karena harus ditopang oleh kebohongan-kebohongan lain. Al-Qur’an menggambarkan pentingnya perkataan yang benar melalui firman Allah: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar (qaulan sadīdan)” (QS. Al-Ahzab [33]: 70). Kebenaran tidak memerlukan banyak versi cerita untuk mempertahankan konsistensinya karena ia berangkat dari kenyataan. Sebaliknya, ketika seseorang berbohong, ia harus mengingat apa yang telah dikatakannya, menyesuaikan cerita dengan keadaan, dan terkadang menciptakan kebohongan baru untuk menutupi kebohongan sebelumnya. Karena itu, kebohongan sering digambarkan sebagai sesuatu yang “berkelok-kelok”, sementara kebenaran memiliki jalan yang lebih lurus dan sederhana.

Hal ini sangat kuat dalam ajaran Nabi Muhammad ﷺ tentang kejujuran (ṣidq). Dalam hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa kejujuran membawa kepada kebajikan (al-birr), dan kebajikan membawa ke surga; seseorang yang senantiasa berkata benar akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang sangat jujur (ṣiddīq). Sebaliknya, beliau memperingatkan bahwa kebohongan membawa kepada kejahatan (al-fujūr), dan kejahatan membawa ke neraka, hingga seseorang yang terus-menerus berdusta dicatat sebagai pendusta. Hadis ini menunjukkan bahwa kejujuran bukan sekadar persoalan berkata sesuai fakta, tetapi merupakan jalan moral yang membentuk karakter dan mengarahkan manusia kepada kebaikan. Sekali seseorang memilih kebohongan, ia dapat terdorong untuk mempertahankan kebohongan tersebut dengan kebohongan berikutnya, sehingga persoalan yang semula sederhana menjadi semakin kompleks.

Dengan demikian, “kebenaran itu lurus, sedangkan kebohongan itu berkelok-kelok” dapat dipahami sebagai gambaran moral dan psikologis yang sangat relevan dengan prinsip Islam. Allah juga memerintahkan orang beriman untuk menjadi orang-orang yang teguh dalam menegakkan kebenaran dan keadilan: “Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, sekalipun terhadap dirimu sendiri...” (QS. An-Nisa’ [4]: 135). Kebenaran mungkin terkadang terasa sulit untuk diucapkan karena dapat menuntut keberanian dan kejujuran terhadap diri sendiri, tetapi setelah diucapkan, ia tidak membutuhkan banyak penjelasan yang dibuat-buat. Kebohongan mungkin tampak sebagai jalan yang mudah pada awalnya, tetapi semakin jauh seseorang berjalan di dalamnya, semakin banyak “jalan kecil” yang harus dibuat untuk mempertahankan cerita yang tidak benar. Karena itu, Islam menempatkan ṣidq sebagai salah satu fondasi utama akhlak seorang Muslim: berkata benar, menepati kenyataan, dan berani mempertahankan kebenaran sekalipun tidak selalu menguntungkan diri sendiri.